Showing posts with label Nusantara. Show all posts
Showing posts with label Nusantara. Show all posts

Friday, October 19, 2012

Congratulations Leadership Jakarta - Yan Mote


 Jakata- IPMANAP (Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nabire - Paniai) Jakarta telah gelar pemilihan badan pengurus baru periode 2012 – 2014 mendatang. Sesuai dengan proses yang dilakukan oleh Badan Formatur  sebuah selebaran kuisior kepada anggota untuk mencantumkan mahasiswa Mee yang akan mencalonkan menjadi kandidat ketua IPMANAP yang berdominisili Jakarta, Bekasi, Depok, dan Tangerang dibawah payung Ikatan Mahasiswa Papua (IMAPA) di Jakarta. Pantauan Cermin Papua, berdasarkan kuisior yang peroleh kandidat sebanyak 6 kandidat antara lain Bernard Agapa, Anton Gobai, Justinus Pigai, Taxen Giyai, Justen Iyowau dan Yan Mote.
Kandidat yang tidak masuk karena penguduran diri dan tidak hadir pada pemilihan ketua adalah Anton Gobai, Taxen Giyai dan Justen Iyowau.
Kandidat yang akan maju dalam pencalonan berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Formatur Bernard Agapa dan Rinny Keiyai menerangkan bahwa yang akan maju adalah Bernard Agapa, Justinus Pigai, dan Yan Mote. tuturnya
Dalam sambutan sebelum serahkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) disampaikan oleh Bernard Agapa “Kita akan pemilihan ini berdasarkan AD dan ART yang ada, sehingga saatnya melaksanakan pemilihan secara beraklamasi”; kata Bernarda Agapa
Selanjutnya, sambutan dari senioritas yakni Siprianus Bunai, S.H disampaikan kepada anggota dan kandidat yang ada saat ini dan belum hadir, kita di IPMANAP Jakarta sebagai tempat belajar untuk memimpin Papua khususnya Meuwodide di Papua.
Dari Badan Formatur serahkan kandidat Ketua IPMANAP kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) adalah Bernard Agapa, Justinus Pigai, dan Yan Mote. Selanjutnya Pimpinan bersama anggota KPU antara lain Justen Pigai, Maronda Degei, Yanuarius Pekei, S.T, Siprianus Bunai, S.H dan Renny Keiyai melaksanakan pengumuman kandidat dan disarankan serahkan Kartu Tanda Mahasiswa bahwa yang benar-benar aktif sebagai mahasiswa di salah satu universitas di jakarta. Setelah klarifikasi oleh KPU dinyatakan 3 kandidat sah bertarung sebagai nomor satu IPMANAP.
Anggota pemilih yang hadir sebanyak 31 anggota IPMANAP Jakarta dalam pelaksanaan pemilihan ketua tersebut. Pemilihan berjalan aman dan lancar sampai perolehan suara antara lain: Bernard Agapa memperoleh 11 suara, Justin Pigai memperoleh 4 suara dan Yanuarius Mote memperoleh 14 suara.

Dalam pemilihan pada periode ke empat IPMANAP Jakarta itu, dimenangkan oleh Yan Mote alias Yanuarius Mote itu peroleh suara sebanyak 14 suara dari 29 pemilih suara.

Kapan pelantikan  Badan Penggurus baru?
Pelantikan Badan Pengurus Baru di tunggu. Mengapa ditunda pelantikan karena beberapa hal belum selesai adalah belum ada laporan pertanggungjawaban (LPJ) dari Badan Penggurus  lama kepada anggota IPMANAP Jakarta. Untuk pelaksanaan pelantikan ketua terpilih Yan Mote dan kabinetnya setelah laksanakan LPJ dari pengurus sebelumnya.
Dalam kata sambutan, Ketua terpilih Yan Mote sampaikan di depan forum “kita harus menyiapkan diri secara orang berprofesinal melalui wadah organisasi IPMANAP itu”. kata Mote.
Diketahui bahwa mulai bangun diskusi mengenai IPMANAP Jakarta pada tahun 2003. Pada tahun 2004 membentuk tim untuk melaksanakan pemilihan ketua pertama periode tahun 2004- 2006 dijabat oleh Nelles Dogomo. Selanjutnya, periode kedua tahun 2006 – 2008 di jabat oleh Jerry Bagau. Pada tahu 2010-2012 dijabat oleh Arnold Pakage; kata Siprianus Bunai, S.H dalam sambutan. ( Cp / Epi dan Yan )

Sumber : Cermin Papua

Monday, October 15, 2012

Mahasiswa Ini Bikin Aplikasi Lacak Korupsi via SMS

KOMPAS.com/AHMAD FAISOL Mohammad Faid (dua dari kiri) diapit KH Najiburrahman, KH Mohammad Zuhri Zaini dan Abdul Azis.
PROBOLINGGO, KOMPAS.com - Ke depan, tindakan korupsi di pemerintahan bisa diketahui hanya dengan pesan singkat (SMS). Itu setelah Mohammad Faid (22), yang menjadi bintang dalam wisuda Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Nurul Jadid Paiton, Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, berhasil menciptakan aplikasi SMS Gateway.
Aplikasi tersebut diciptakan dengan program Phyton dengan Windows XP atau Windows Seven dan sementara ini digunakan pesantren, untuk memantau para santri.
Melalui perangkat modem, aplikasi itu bisa mengirim SMS secara otomatis kepada wali santri tentang perilaku anaknya selama di pesantren, dengan dibantu petugas operator yang memasukkan data.
"Misalnya, si santri sedang ke luar pesantren tanpa izin, maka aplikasi itu secara otomatis mengirim SMS kepada walisantri bahwa anaknya melanggar peraturan pesantren. Aplikasi ini bisa digunakan untuk kepentingan yang lebih besar sesuai kebutuhan," ujar Mohammad Faid, yang mengalami kekurangan pada dua kakinya, Senin (15/10/2012).
Ketua Ikatan Alumni STT Nurul Jadid yang juga anggota DPRD Kota Probolinggo, Abdul Aziz berencana menarik aplikasi itu ke dalam pemerintahan. Dengan SMS Gateway, institusi pengawas atau lembaga yang berwenang mengawasi penggunaan APBD, seperti BPK, polisi, jaksa, dewan, LSM dan wartawan. Mereka bisa leluasa mengontrol dan mencegah terjadinya tindak pidana korupsi.
"Aplikasinya juga mudah, karena tinggal mengoneksi semua data dengan data database, lalu dikoneksikan ke modem. Aplikasi itu akan langsung melaporkan pengeluaran APBD. Bila terjadi penyimpangan, maka SMS langsung terkirim. Jadi, tindakan korupsi sekecil apapun bisa dilacak hanya dengan SMS. Nota dinas keuangan juga menjadi bahan untuk mendukung SMS Gateway," bebernya.

Editor :
Farid Assifa

Older Posts Home
Unduh Adobe Flash player