Showing posts with label Berita Papua. Show all posts
Showing posts with label Berita Papua. Show all posts

Saturday, February 15, 2014

"Sinterklas Hitam" Mampu Buat Bung Karno Marah Besar

Natal yang jatuh tiap 25 Desember, merupakan hari yang ditunggu-tunggu umat nasrani. Tak hanya orang dewasa, anak-anak yang masih kecil pun bersuka cita menyambutnya.
Di berbagai negara, Natal biasanya identik dengan Sinterklas. Tokoh yang kerap digambarkan berbaju merah dengan jenggot putih panjang itu biasa membagi-bagikan hadiah kepada anak-anak saat Natal.


Karenanya, hari Natal dan Sinterklas sangat ditunggu-tunggu oleh anak-anak. Di era Orde Lama, Presiden Soekarno merupakan sosok yang sangat menyukai anak-anak. Bung Karno bahkan pernah mengundang seorang Sinterklas ke Istana untuk menyenangkan anak-anak yang diundangnya.
Warga Belanda yang masih tinggal di Indonesia saat itu pun kerap menggelar perayaan Sinterklas tiap 5 Desember, atau 20 hari sebelum Natal. Dalam tradisi Belanda, Sinterklas datang dari Spanyol dengan mengendarakan kuda. Hanya saja, di Belanda Sinterklas datang setiap tanggal 5 Desember alih-alih 25 Desember seperti negara lainnya.
Namun, kondisi tiba-tiba 180 derajat berubah. Bung Karno marah dan melarang perayaan Sinterklas digelar pada 5 Desember 1957. Kemarahan Bung Karno itu disebabkan oleh sikap Belanda yang tak mau hengkang dari Irian Barat.
Seperti dikutip dari buku 'Tembak Bung Karno Rugi 30 Sen' Karya; Walentina Waluyanti de Jonge, kemarahan Bung Karno semakin menjadi ketika PBB pada 29 November 1957 memutuskan Irian Barat berada di kekuasaan Belanda. Hal itu menjadi tamparan keras bagi Bung Karno yang giat menyatukan wilayah nusantara.
Bung Karno lantas memberi ultimatum kepada orang Belanda dan keturunannya untuk segera hengkang dari Tanah Air. Sebelumnya, sejak penyerahan kedaulatan dari Belanda terhadap Indonesia pada 1949, Bung Karno mewajibkan orang Belanda untuk meninggalkan Indonesia.
Tak ada bungkus kado dan perayaan Sinterklas pada waktu itu. Padahal saat Indonesia masih dalam kondisi perang, warga Belanda dan keturunannya itu masih bisa merayakan hari Sinterklas. Namun, sejak kemarahan Bung Karno semuanya lenyap.
Pesta Sinterklas pada 5 Desember 1957 yang harusnya meriah menjadi kelabu. Peristiwa itu kemudian dikenal dengan sebutan 'Sinterklas Hitam.'
Gerakan antiBelanda kemudian cepat menjalar di masyarakat. Mereka menuntut warga Belanda segera hengkang dari Indonesia. Warga Belanda tak berani keluar rumah. Puncaknya pada Desember 1957, toko-toko dan kantor pos tak ada yang mau melayani mereka.
Mereka kemudian beramai-ramai meninggalkan Indonesia dengan menggunakan kapal laut yang disewakan oleh pemerintah Belanda. Rumah besar, harta kekayaan, semua ditinggalkan mereka. Bahkan banyak di antara mereka yang tidak membawa apa-apa, hanya membawa pakaian yang melakat di badan.
Di kapal, mereka saling menatap. Mereka bingung apa yang harus dilakukan di negeri yang ditujunya yakni Belanda. Sebab, banyak dari mereka yang merupakan keturunan alias Belanda-Indo. Mereka tak pernah datang ke negeri leluhurnya Belanda.
Istilahnya, rambut mereka boleh pirang, tapi banyak di antara mereka yang lahir dan besar di Indonesia. Sesampainya di negeri kincir angin, mereka disambut oleh Ratu Belanda, Juliana Louise Marie Wilhelmina van Oranje-Nassau.
Sang ratu berupaya membesarkan hati mereka dengan mengatakan 'Selamat datang di negeri sendiri.' Namun, banyaknya jumlah mereka membuat pemerintah Belanda pusing. Selain membangunkan rumah untuk mereka, pemerintah Belanda juga mengimbau kepada warganya untuk memberi tumpangan kepada mereka.
Demikianlah sejarah 'Sinterklas Hitam' era Bung Karno. Meski melarang perayaan hari Sinterklas, Bung Karno tak ada maksud menyingung sebuah agama. Sebab, sebelum emosinya meledak karena sikap Belanda yang enggan meninggalkan Irian Barat, Bung Karno kerap mengundang Sinterklas untuk menghibur anak-anak di Istana.
Langkah Soekarno itu adalah bagian dari diplomasi sebuah kepala negara. Diplomasi dengan sikap tegas dan lugas. Sikap tegas yang tak mau Tanah Air nya diinjak-injak oleh bangsa lain. Sikap nasionalisme demi mempertahankan keutuhan negaranya. Sikap radikal demi Indonesia Raya.

Tuesday, January 29, 2013

Alasan alasan kritis menolak Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, 29 Januari 2013

Selama kampanye mereka menggebu gebu dengan program hayalan, mereka tidak pernah sukses memimpin daerahnya terbukti dengan OTONOMI KHUSUS GAGAL DI PAPUA artinya ketika mereka jadi penguasa di kota, kabupaten bahkan parlemen mereka tidak mampu membuat strategi planning peningkatan Pembangunan Manusia Papua sehingga kemiskinan, kebodohan, minimnya pendidikan berkwalitas, rusaknya pelayanan kesehatan di kampung2 hingga kabupaten terlihat dari hancurnya pelayanan di pustu, puskesmas hingga rumah sakit sehingga mengakibatkan angka kematian masyarakat adat papua yang sangat tinggi, rusak pelayanan infrastruktur terutama jalur transportasi baik darat. Laut dan udara sehingga harganya tiket yg sangat sangat gila dan mahal, tidak mempunyai konsep ekonomi kerakyatan sehingga tidak ada jalur distribusi sembako yang murah bagi rakyat maupun sintem ketahanan pangan yang di bangun di daerah yg mereka pimpin. 

Berita berita buruk kegagalan mereka selama otsus selalu menjadi halaman utama pemberitaan media massa maupun elektoral. Yang berikut begitu banyak kejahatan kemanusiaan yang di lakukan aparatus militer selalu di legalkan oleh mereka, rakyat di bantai di luar proses hukum tidak pernah di proses dan di bantu oleh elit elit hitam keriting yang rakus jabatan itu. 

Mereka tertawa dengan pesta pora dengan Uang negara dan melegalkan pembantaiaan manusia Papua..mereka bagian dari elit2 papua yang melegalkan GENOCIDE di Tanah Papua. Banyak investasi asing yang merampas hak ulayat tanah adat rakyat justru di legalkan oleh pemimpin2 kotor itu. Hancurnya tatanan kultural di papua bisa terlihat dengan rusaknya budaya dan adat istiadat, ini tergambar jelas identitas budaya yang di hilangkan dan memaksakan identitas budaya lain, hancurnya generasi papua dengan portitusi ilegal putri putri papua di jalanan rela menjual diri mereka utk sesuap nasi dan perlengkapan ekonomi mereka, meningkatnya judi melalui pembiaran TOGEL yang justru memalukan dan membodohi dan membuat malas masyarakat adat papua.

Kerusakan Nilai Nilai sosial masyrakat adat papua adalah merupakan bagian dari kepemimpinan selama menjadi pemimpin2 yang banyak mimpi dan memakan uang Darah yang di namakan OTSUS. Tidak ada harapan sama sekali terhadap semua kandidat Gubernur dan Wakilnya, suara rakyat adalah suara Tuhan sehingga Memilih pemimpin bodoh dan rakus kekuasaan tidak di ijinkan oleh setiap kitab suci dalam agama. 
Lebih baik tidak memilih dan diam di rumah dan tempat masing2 daripada membuang waktu pikiran dan tenaga bahkan terlibat dalam konflik2 gila jabatan. Sudah banyak kasus pilkada2 di papua yang memakan korban nyawa yang tidak di pertanggungjawabkan oleh elit2 papua yang rakus jabatan itu.
Suara kamu, saya dan rakyat papua tidak akan mempengaruhi kegilaan mereka walaupun semua rakyat tidak memilih pasti tim sukses bersama kekuatan militer akan memilih mereka lebih baik TIDAK MEMILIH dari buang energi..

Tidak Memilih/BOIKOT adalah sikap yang tepat dan cerdas saat ini karena semua pemimpin dalam CAGUB dan WAGUB tidak memenuhi kritia dan Secara Umum GAGAL Membangun Papua yang sejahtera, adil, berbudaya dan Modern.
Hanya Mereka yang rakus uang dan rela menjual harga Diri mereka yang rela bertahan lapar dan membuang waktu utk memilih elit elit kotor dan rakus kekuasaan.
Dengarkan Pimpinan Rakyatmu Forkorus Yaboisembut, Edison Waromi, Filep Karma, Buctar Tabuni, Domminikus Serabut, Selpius Boby yang menyerukan BOIKOT PILGUB Papua karena bukan bagian dari cita cita pembebasan Rakyat Papua. Tokoh Tokoh Politik sudah menunjukkan komitmen mereka dengan menentang kebijakan Negara yang tidak menghargai Harkat dan Martabat Bangsa Papua.
Tugas kita saat ini bersama pemimpin politik Kita di dalam Penjara dan di kejar kejar di dalam hutan hutan dan di stigma separatis. Ingat Nelson Mandela, Xanana Gusmao, fidel Castro, Soekarno,dan banyak pemimpin dunia yang di cap separatis dan makar tetapi saat ini memimpin dan membebaskan Bangsanya.

"Bersatu Untuk Pembebasan Nasional'

Nasta' JUBIR Gerakan Rakyat Demokratik Papua

Wednesday, October 17, 2012

download audio, video player update terbaru

info terbaru buat teman-teman yang hobi degarin musik / menonton video 3gp, mpg dan dll
ni kami akan berikanlink-link softwhare audio video player updetan terbaru.
silah download sj beberapa link yang tertera di bawa ini. 

VLC Media player
MPC (media player clasic)
cystal Really player
zoom player
GOM media player
VIP Player 3
DS PLAYER




 Please download now.....!!!!!!!!

TINGGAL SEHARI LAGI NEGARA FEDERAL REPBULIK PAPUA BARAT (NFRPB) AKAN MERAYAKAN HARI JADINYA


Stjnews-Papua Jayapura, kelompak masyarakat yang tergabung dalam kongres III rakyat bangsa Papua akan merayakan hari jadinya sebuah Negara yang telah ditetapkan pada kongres ke III pada tanggal 19 Oktober 2011 bertempat dilapangan Zakeus padang bulan, tahun 2011 yang lalu.


Dengan demikian kami akan merayakan hari bersejarah “Sebab pada tanggal tersebut adalah momen bersejarah bagi rakyat bangsa Papua, yang telah mendekelarasikan suatu Negara yang resmi dengan nama, Negara Federal Republik Papua Barat atau disingkat (NFRPB), begitu ungkap ketuan tim 7, Ibu Pdt. Ketty Yabansabra.


Menurut keterangan dari ketua tim 7, tempat perayaan hari jadi NFRPB  akan  dilaksanakan di makam Theys, Sentani, Jayapura Papua. Dalam perayaan hari jadi Negara NFRPB bangsa Papua yang tergabung dalam kongres III berharap Bapak Presiden Repblik Indonesia SBY bisa bersedia ikut menghadiri acara tersebut yang sedianya akan dilasanakan pada tenggal 19 Oktober, tinggal sehari dari sekarang. ungkapnya


 Sambungnya lagi kalau Bapak Presiden SBY tidak bisa menghadiri acara tersebut, bisa saja bapak mengutus pejabat atau petinggi Negara agar bisa mengikut acara hari jadi Negara NFRPB. Karena Lanjutnya, sejak KRP III dilangsungkan, rakyat Papua sudah memiliki status politik dan status hukum yang jelas. “Status politiknya, atau secara defakto adalah Papua sudah memiliki sebuah Negara dengan nama Negara Federal Republik Papua Barat.   



Sedangkan status hukumnya, atau secara dejure adalah Papua terus mendorong segala  agenda dan usaha di dunia Internasional untuk mendapat pengakuan dari Negara-negara anggota PBB terutama Negara Indonesia sebagai anggota PBB,” ungkapnya. 


Rencana kegitan tersebut akan dilaksanakan dalam bentuk doa sekaligus kami akan mengibarkan bendera Bintang Fajar dan bendera Merah Putih secara bersamaan, tutupmya.

yakobus dekepa

Thursday, October 11, 2012

UP4B Prakarsai Beasiswa untuk 747 Pemuda Asli Papua

Melati Hasanah Elandis / PT. Media Nusa Pradana
Massa dari Aliansi Masyarakat Papua berunjuk rasa menuntut penutupan PT Freeport.

Jurnas.com | BERTEMPAT di aula Universitas Cenderawasih (Uncen), Pimpinan UP4B dan pejabat dari Dirjen Dikti menyerahkan secara resmi 747 calon mahasiswa yang mendapat beasiswa khusus kepada Ketua Majelis Rektor PTN se Indonesia di Jayapura.

Beasiswa khusus untuk 747 calon mahasiswa itu adalah program afirmative action dalam rangka percepatan pembangunan bidang pendidikan di Papua dan Papua Barat. Acara ini dihadiri oleh 27 Rektor Perguruan Tinggi Negeri seluruh Indonesia.

Mengutip pernyataan Ketua Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B), Bambang Dharmono, Humas UP4B, Amiruddin al Rahab dalam siaran pers mengatakan, beasiswa khusus untuk putra-putri asli Papua ini sebagai bentuk penghargaan dan pemihakan yang nyata kepada generasi muda asli Papua.

”Saya berpesan kepada penerima untuk selalu bersikap optimistis, berkosentrasi serta serius dalam menjalankan pendidikan nantinya,” ujar Wakil Ketua UP4B Eduwar Fonataba, mewakili Bambang Dharmono di Papua, Jumat (31/8).

Dharmono meminta mahasiswa agar menjadi Duta Papua untuk memperkenalkan budaya dan adat Papua kepada masyarakat di kota pendidikan masing-masing. Eduwar Fonataba mengatakan, salah satu upaya untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) di Papua adalah melalui peningkatan kualitas pendidikan.

”Percepatan pembangunan di Papua dan Papua bisa dilihat kemajuannya jika IPM di Papua dan Papua Barat bisa meningkat dari tahun ke tahun,”ujarnya.

Seperti diketahui, pada tahun ajaran 2012/2013 ini, UP4B bersama Kemdikbud (Cq. Dirjen Dikti) dan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) telah berhasil memprakarsai program affirmative action untuk pemuda/pemudi asli Papua dalam bidang pendidikan, yaitu menerima 747 mahasiswa baru untuk pendidikan Strata I (SI) dengan beasiswa dari Dirjen Dikti, Kemdikbud. Ke-747 orang mahasiswa baru ini akan menjalankan pendidikan di 31 Perguruan Tinggi Negeri di seluruh Indonesia.

Program Affirmasi Dirjen Dikti ini akan memberikan beasiswa SPP selama 4 tahun dengan nama “Beasiswa “ADIK PAPUA” (Beasiswa Dikti Bagi Putra-Putri Asli Papua). Beasiswa tersebut akan diberikan langsung kepada Perguruan Tinggi penerima mahasiswa tersebut. Beasiswa ADIK PAPUA awalnya disediakan untuk 900-an siswa. Namun yang mendaftar 881 orang. Setelah diseleksi, 747 orang lolos untuk diterima menjadi mahasiswa di berbagai program studi di 31 PTN di seluruh Indonesia.

Eduwar Fonataba mengatakan, ada 10 Program Studi yang paling diminati yaitu, Akuntaksi, Kedokteran, Agroteknologi, Agrobisnis, Teknik Sipil, Teknik Elektoro, Teknik Mesin, Statistika, Peternakan dan Perikanan/Kelautan.

Darmono mengatakan, mengapresiasi dan berterima kasih kepada Ketua MRPTNI. Idrus A. Paturusi dan seluruh rektor atas kecepatan dan tanggapannya dalam mendorong percepatan pembangunan, khususnya dalam bidang pendidikan di Papua dan Papua Barat.

”Penghargaan yang luar biasa juga disampaikan kepada Dirjen Dikti Kemdikbud yang telah merancang Beasiswa ADIK Papua,”ujarnya.
 
Source : Journalis.com

Wednesday, October 10, 2012

KNPB Minta Pengamanan Internasional

Laporan Konflik Timika: October 08, 2012 Oleh: Steven Itlay [Ketua KNPB Mimika]

 
Sejak perang saudara bergulir pada 2 Juni 2012 lalu di Timika, Papua Barat, korban rakyat pribumi Papua Barat terus bertambah. Pihak PT. Freeport Indonesia, TNI/Polri dan Pemerintah Indonesia tidak mampu menyelesaikan pertikaian sepeleh itu.

Mereka justru membiarkan dan ikut memelihara perang saudara ini. Akibatnya, sampai laporan ini dibuat (5/10), puluhan nyawa jadi korban dan banyak yang luka-luka. Menurut pantauan, korban kebanyakan kena anak panah, namun ada pula yang mati ditembak Polisi Indonesia, dan ada juga yang hilang jejak akibat pembunuhan kilat oknum tertentu.

Pemerintah RI dan PT. Freeport tidak mampu menyelesaikan konflik, oleh karena itu rakyat menuntut pengamanan Internasional.

KNPB Mimika telah mengikuti dan memantau situasi ini dan menyimpulkan perang saudara antara kelompok ini dibiarkan oleh Pemerintah Indonesia dan PT. Freeport. Situasi ini sedang mengarah pada genosida, dan Penguasa Indonesia maupun korporasi milik AS yang ada diatas tanah Amungsa sengaja membiarkan genosida di Timika, Papua Barat.


Kronologis Perang Saudara:

Perang saudara ini bermula dari kesalah pahaman yang terjadi sejak 20 Mei 2012 di Timika, Papua Barat. Awal permulaan kejadian, terjadi antara Ronny Ongomang dengan Aroki Komangal. Ronny Onggomang adalah anak dari Hosea Onggomang, dan Aroki Komangal adalah anak dari Atimus Komangal. Jam 04.00 sore, Aroki pangil Ronny di rumahnya dan mengajak jalan-jalan sore. Mereka dua menggunakan sepeda motornya sendiri-sendiri menuju ke area Jln. PT. Freeport Lama, disebelah Bandara Airport Timika. Mereka dua duduk dan meminum minuman keras.

Tidak lama kemudian ada seorang anak laki-laki bernama Oni Kerembo yang baru selesai mandi dipinggir jalan Freeport lama, yang hendak menghidupkan motornya tiba-tiba ditabrat oleh Ronny Ongomang yang sedang melintas bersama temannya Micke yang diboncengi dengan kecepatan tinggi karena dipengaruhi minuman keras.

Setelah bertabrakan dengan Oni, Ronny masih bisa berdiri lalu mengendarai motornya dan lari kira-kira jarak 1 km lebih dan berhenti dipingir selokan jalan. Menurut keterangan polisi, Rony kemudian terjatuh disana dan meninggal. Sedangkan Oni kerembo mengalami Patah Tulang sehingga dilarikan ke Rumah sakit Mitara Masyarakat RSMM Karitas untuk Pengobatan.

Keesokan harinya, pada Tanggal 21 Mei 2012, sekitar jam 8.00 pagi , ada warga yang menemukan mayat Ronny Onggomang, di selokan di pinggir jalan dimana tempat dia merebahkan diri. Warga langsung menghubunggi pihak Kepolisian bagian Polantas, lalau mayatnya di evakuasi ke Rumah Sakit ( RSUD Mimika )di SP IV. Orang tuanya mendengar berita dan terima mayat, Ronny Onggomang di RSUD.

Pada Tanggal 22 Mei 2012, mayatnya di bawa dan di makamkan di rumah orang tuanya Hosea Ongomang di Kwamki Narama Kab.Mimika.

Pada Tanggal 24-26 Mei 2012 di Mimika Papua Barat, Keluarga korban bersama pihak kepolisian dari Polantas melakukan penyelidikan kasus kematian Ronny. Kepolisian dari polantas mengatakan murni kecelakaan, tetapi keluarga korban tidak terima karena tidak ada tanda-tanda lecet atau sobek bagian tubuh korban.

Pada Tanggal 29 mey 2012, keluarga korban menuduh kesana-kesini dan mengundang semua Tokoh dan orang tua Aroki Komangal untuk pergi langsung menghadap Pihak Kepolisian bagian Polantas dan minta keterangan sejelas-jelasnya. Maka dari Pihak Polantas mengatakan kecelakaan murni tidak ada pelaku, namun pihak keluarga korban tidak puas dengan keterangan Polisi. Akibat ketidak puasan itu, pihak keluarga menuduh Aroki Komangal sebagai pembunuh tanpa bukti yang jelas.

Atimus Komangal dan Benyamin Kiwak Kepala suku besar Damal meminta maaf kepada keluarga korban, namun, keluarga korban menolak kata maaf dari pihak yang dituduh , dan keluarga korban menyatakan mau cari bukti di lapangan dengan adu fisik dan atau perang suku.

Dalam perkara kecil ini, pihak Kepolisian membiarkan, dan tidak langsung ditangani sampai tuntas agar tidak terjadi perang saudara. Tetapi pihak kepolisian sepertinya memberikan kesempatan untuk perang itu terjadi di Timika.

Pada Tanggal 2 Juni 2012 di Mimika Papua, perang saudara pecah , Kelompok Hosea Ongomang melawan kelompok Atimus komangal. Akhirnya terjadi korban dari pihak Hosea Ongomang yaitu Deminus Ongomang.

Pada Tanggal 5 Oktober 2012, sekitar jam 08.24 pagi, Tokoh Masyarakat , Tokoh-Tokoh Gereja ,dan Tokoh-Tokoh Perempuan mengusir secara paksa Kepolisian Indonesia karena pihak kepolisian hanya nonton dan sengaja memelihara konflik di Kwamki Narama, padahal korban sedang berjatuhan.

Kata seorang Tokoh Masyarakat Amungme, Pemerintah Indonesia, dan TNI/POLRI hanya datng jual muka di tempat konflik seperti ini dengan tujuan karena kepentingan Jabatan, Politik dan Ekonomi. Tidak pernah amankan masalah dengan sungguh-sungguh di Papua Khususnya didaerah Tambang Emas Timika.

Pada jam 09.00 WPB, semua Polisi yang ditugaskan di lokasi perang, meninggalkan lokasi perang dengan malu. Semua unsur organisasi masyarakat, Gereja, LSM dan Seluruh tokoh-tokoh menganggap Pemerintah Indonesia, TNI/POLRI sudah tidak sanggup dan gagal TOTAL mengamankan Konflik perang saudara di Timika.

Sampai saat ini perang masih terus berlangsung. Keolisian Indonesia berlum berhasil mengamankan perang saudara itu. Kepolisian justru sibuk mengamankan Freeport Indonesia. Mereka justru melakuan penangkapan terhadap aktivis KNPB di jalan-jalan. Perang yang dipelihara ini membuat rakyat tidak dapat beraktivitas, warga taku terhadap tindakan sewenang-wenang dari Polisi.


Daftar Nama-Nama Korban dari tanggal 20 Mei s/d 5 Oktober 2012

A. Korban Di Pihak Hosea Onggomang

1. Roni Onggomang 16 Thn. Mati di Parit di pinggir jalan.
2. Deminus Onggomang 30 Tahun Mati di Tembak panah oleh teman-temannya sendiri akibat salah tembak.
3. Dominus Ongomang 32 Thn. ditembak Mati Oleh Kapolres Mimika, AKBP. Denny Siregar S.IK.Suku Batak.
4. Doni Onggomang 28 Thn Mati di Tembak Polisi. Doni melihat bahwa kakaknya Dominus di tembak oleh Kapolres. Doni Marah dan mau serang Kapolres tapi dia juga ditembak Oleh Ajudan Kapolres Abram Orang Jayapura.
5. Antelius Ongomang 24 Thn, mati kena anak Panah.
6. Aroki Tabuni 29 Thn, Mati Kena Anak panah,
7. Pak Enos Murib, 35 Thn, mati di Tembak anak panah.
8. Ibu medina Wenda 24 Thn. Mati di tembak panah di Kebun di luar medan perang.
9. Seki Tabuni 36 Thn.Mati di tembak panah.
10. Kamoro Tabuni 30 Thn. Mati di tembak panah.
11. Herry Tabuni 25 Thn, di kejar dibunuh di jalan.


B. KORBAN DI PIHAK Atimus Komanggal

1. Parael Alom
2. Yanuarius Misimbo,mati di bunuh di kebun
3. Nike Misimbo, 10 Thn, mati di bunuh di kebun.
4. Ince Komangal 15 thn, mati di bunuh dalam mobil.
5. Eterikus Beanal , Mati di bunuh dalam mobil.
6. Jhon Beanal 29 thn Hilang oleh orang tak di kenal
7. Frans Beanal, 30 thn. Hilang oleh orang tak di kenal
8. Pdt. Barnabas Komangal.57 Thn. Mati dalam perang keluarga
9. Jumlah Korban Luka serius 12 Orang Pria dan 2 wanita belum ketahui Nama-nama
10. Filemon Hagabal, 35 Thn.Korban Luka serius Kena Panah.
11. Kepala suku Damal, korban Pemukulan DAN Pembantaiaan dilakukan oleh anggota Kepolisian, Sekarang mengalami lumpuh bagian kiri kakinya dan tulang rusuknya patah dan sekarang masih di tahanan di Polres mimika Mill 32 sampai saat ini.
12. Korban Lain di luar dari perang suku, Bapak Tom Yarangga (45 Thn), Yarangga,dibakar dengan Mobil dilakukan oleh Kelompok yang di lati Kusus,sampai detik ini pelaku pembunuhan belum di ketahui oleh Pihak Kepolisian. Bapak Nasyum Simopiaref karyawan PT. KPI, Bpk. Mansawan Security Freeport di bunuh oleh orang yang di latih kusus sampai saat ini belum mengetahui pelaku pembunuhan.

Sumber : http://knpbnews.com/blog/archives/868

Thursday, September 27, 2012

JANGAN JUAL AKU

Jayapura. (Pemerhati)

STJNews - Papua disebut pulau burung atau sering disebut pula pulau cenderasih, dan ada juga yang menyebutnya dengan julukan seorang raksasa yang sedang tidur nyeyak. pulau Papua memberi atau menyumbangkan oksigen kedua terbesar di dunia setelah hutan amason yang terletak di brasil. Pulau papua lebih besar tiga kali lipat dari pulau jawa, dan dataran, gunung-gunung yang mejulang tinggi bahkan huta yang sangat luas dan penuh habitat. Bukan hanya hutan, di papua terdapat keanekaragaman hayati baik flora mau pun fauna dan berbagai hasil sumberdaya alam yang sangat melimpah.

Sumberdaya alam yang dimaksud adalah mineral, emas, batu bara, dan tambang minyak menta, di antaranya tambang emas PT.FI milik Amerika Serikat dan minyak menta yang terletak di kabupaten Sorong. Dan juga papua memiliki pemandangan yang memikat hati para turis atau orang yang berkunjung ke papua sepertinya di daerah Raja Empat dan berbagai daerah di Papua.

Papua sering dilustrasikan sebagai sorga kedua yang ada di dunia ini, mengapa…? Secara indra penglihatan kita bisa meliahat keindahan pulau yang sangat unik dan tidak ada duanya di bumi ini. Pulau yang kayaraya dengan sumberdaya alam yang berlimpa dan penuh kehidupan.

Sunggu aneh tapi nyata, melihat kenyataan yang sedang terjadi di pulau Papua yang kayaraya ini. Ternya dibalik kekayaan yang melimpah masyarakat pribumi/orang asli papua hidup sengsara tananya dirampas dan dijual oleh para elit-elit kepentingan pribadi dan golongan tertentu kepada pendatang dengan Rp. 20.000.000; (dua puluh juta rupiah), kemudian para pendatang membeli dan membuat sertifikat tanah kemudian menjual kepada pengusaha dengan jumlah yang sangat besar berkisaran sampai Rp. 100.000.000; (seratus juta rupiah), sedangkan masyarakat pribumi menjadi minoritas di atas negerinya sendiri yang penuh dengan sumberdaya alam yang berlipa.


Ini bukan opini belaka, namun hal yang benar-benar terjadi di pulau ini (papua). Para pendatang berdatangan dari berbagai daerah sepertinya jawa, Sumatra, Sulawesi dan makasar. Tujuan dari kedatangan mereka bukan hal lain, namu ingin merampas hak-hak dasar orang papua di atas negerinya sendiri, dengan tujuan merampas hakulayat yang ada pada masyrakat (orang asli papua) dengan cara mengunakan muka-muka munafik atau berbabaik hati kepada masyarakat pribumi padahal hatinya busuk dan keji.


Dalam seminar AMPTPI (Asosiasi Masyarakat Pegunungan Tenga se-Indonesia) di jayapura bapak Pendata Zokrates Sofyan Yoman mengatakan bahwa “bahaya kalau orang pendatang semakin banyak dan membeli tanah ke masyarakar/orang asli papua dan masyarak asli papua pun terus menjualnya, sebab hal ini akan berdampat pada pergeseran tempat tinggal dan lahan untuk berkebun dan berternak. Jika ini berlarut-larut dan dibiarkan terus, maka dengan sendirinya akan berdampak kemiskinan di atas negrinya sendiri akibat dari penjualan kepada pendatang.


Dengan melihat fenomena yang terjadi, beliau sarangkan kepada kita untuk jangan mejual tanah sembarangan demi kesenjangan hidup untuk anak cucu di kemudian hari. Dan beliau menegaskan kepada pemuda papua dan pemerhati yang merasa sudah terpelajar segera mengadakan sosialisi kepada masyarakat untuk melarang penjualan tanah di mana-mana sebab tanah adalah mama kita yang memelihara dan member makan kepada kita di atas tanah ini.


Pemula dalam menulis

Awal tintaku

Yakobus Dekepa.

Monday, September 24, 2012

Sharing = Pandangan Semua Pejuang Papua


Artikel ini dipelajari oleh semua pejuang untuk dilanjutkan kepada sesama


Himbauan umum ini ditunjukan kepada seluruh Rakyat, Organ Perjuangan, Intelek dan pejuang kemerdekaan bangsa Papua Barat bahwa: Situasi papua saat-saat ini Badan Intelejen Negara [BIN] Republik Indonesia sedang bermain untuk menghancurkan perjuangan Kemerdekaan bangsa Papua. Hal ini BIN bermain dengan berbagai macam cara adalah, [BIN] hasut memprovokasi organ perjuangan untuk meroba Ideologi perjuangan, dari Proklamasi ke Proklamasi, dan menjadi perubahan Bendera bangsa serta buat bendera bangsa sendiri-sendiri, ini semua adalah permainan Badan Intelejen Negara untuk menghancurkan Perjuangan Kemerdekaan bangsa Papua.

Catatan saya : Semua Proklamasi, Ideologi dan masing-masing bendera bangsa yang mempertahakan argument dengan semua itu silakan saja, berjuang dengan cara dan gaya masing-masing. Tetapi ingat, situasi sekarang Rakyat bangsa Papua Barat adalah Independen, maka sekarang butuh, Bendera Nasional, Lagu Nasional, Lambang Nasional, Ideologi Nasionalisme, Proklamasi secara Nasional, dan Kegiatan perjuangan secara nasional, maka membutuhkan Pejuang Nasionalis untuk memerdekakan kemerdekaan Bangsa Papua Barat.

Saya beritahukan kepada rakyat Papua dan Pejuang Nasionalis bahwa, Perjuangan Kelompok, bendera kelompok, dan proklamasi kelompok semua harap ditinggalkan dan lihatlah mana perjuangan dengan ideology nasionalisme, dan kegiatanpun secara nasional. Jika kami semua berjuang untuk Papua merdeka mari satukan langka lawan Indonesia, jika berjuang untuk Wamena merdeka, Biak Merdeka dan Jayapura merdeka berarti silakan saja mempertahankan sampai rakyat dan anda akan tanpa melihat kemerdekaan akhiri hidup. Jika mau Papua merdeka cepat satukan langka berjuang secara nasional dengan ideology nasionalisme, pasti Papua Merdeka cepat.

Contoh: Perjuangan Kemerdekaan Indonesia, Indonesia juga dalam perjuangan mereka pernah ideologypun berbeda, proklamasi Rakyat Pasundan, Serikat Indonesia dan Republik Indonesia. Tetapi semua itu gagal karena berjuang secara kelompok-kelompok tetapi, Proklamasi Republik Indonesia berjuang oleh pejuang nasionalis dengan ideology nasionalime maka, berhasil menjadi Negara Republik Indonesia. Sama pula perjuangan kemerdekaan Bangsa Papua. Oleh karena itu saya tegaskan kembali harap semua satukan langkah dan satukan ideology dengan ideology nasionalisme bejuang secara nasional, untuk Papua Merdeka.

Akhir catatan: Artikel saya ini harap anda pelajari dengan seksama, dan beritahukan kepada yang tidak baca tulisan ini dengan lisan atau tulisan ini.

Terima kasih untuk kerja sama-sama, demi perjuangan kemerdekaan bangsa Papua Barat.

By Yasons Sambom
Pejuang Nasionalis Kemerdekaan West Papua

Thursday, June 28, 2012

Papua barat 8 kali Terkaya di banding Indonesia


KAMI tidur di atas emas, berenang di atas minyak, tapi bukan kami punya. Kami hanya menjual buah-buah pinang.

Sepenggal lirik lagu penyanyi Edo Kondolangit, bisa menggambarkan rintihan hati rakyat Papua. Walau mereka hidup di bagian bumi yang kaya tiada tara, tapi terpuruk dalam nestapa kemiskinan dan keterbelakangan.
... Berpuluh tahun mereka hanya menonton warisan kekayaan dari Tuhan itu dikeruk, diangkut dan dijual untuk memperkaya jutaan manusia di ujung benua Amerika serta segelintir elit di Indonesia, yang berfungsi sebagai centeng alias anjing penjaga tambang bernama Freeport.
Ekspedisi tiga orang Eropa tahun 1936, pimpinan DR Anton H Colijn bersama Jean-Jacques dan Frits J Wissel ke Gunung Gletser, Jayawijaya dan kemudian menemukan Ertsberg, seolah menjadi pembuka kotak pandora gunung emas di tanah Papua.
Sedangkan ekspedisi Freeport yang dikomandoi Forbes Wilson dan Del Flint, untuk menjelajahi Ertsberg tahun 1960, semakin menguatkan hasrat membangun proyek tambang di tanah yang diyakini orang Papua, sebagai tempat bersemayam moyang mereka.
Ertsberg, begitulah orang Belanda menyebut gunung ore (bijih). Bagi orang Papua, Ertsberg merupakan tanah warisan yang harus dijaga dan dipertahankan, agar terhindar dari malapetaka.
Namun nasib berkata lain. Sejak tahun 1967, perusahaan tambang PT Freeport Indonesia sebagai afiliasi Freeport-McMoRan Copper and Gold yang berpusat di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat, menguasai Ertsberg dalam radius 10 kilometer persegi melalui kontrak karya eksklusif kontraktor tambang selama 30 tahun dan kemudian diperpanjang hingga 2041.
“Inilah awal malapetaka bagi orang Papua, membiarkan warisan kekayaan mereka disedot, sementara mereka hanya menonton dan pakai koteka,” ujar sumber matanews.com, Kamis (03/11).
Tahun 1970, operasi tambang berskala penuh pun dimulai dan kemudian pengapalan ekspor pertama kosentrat tembaga berlangsung 1972. Diperkirakan, sejak beroperasi hingga 2010 Freeport sudah menyedot 7,3 juta ton tembaga dan sekitar 725 juta ton emas, tanpa kontrol yang jelas dari rejim Orde Baru pimpinan Soeharto, rejim Habibie, Gus Dur, Megawati hingga Susilo Bambang Yudhoyono.
Sebaliknya, pihak Freeport dinilai tidak terbuka dan tidak jujur dalam pelaporan besaran dan jenis tambang yang dieksploitasi dari Ertsberg. Bahkan audit lingkungan dan sosial yang dilakukan terhadap tambang Freeport, dianggap hanya sebagai bentuk legitimasi atau pembenaran terhadap eksploitasi kekayaan tambang tanpa batas.
Tidak mengherankan, kalau ada pihak yang memperkirakan kandungan emas, tembaga serta uranium yang dikeruk dari Ertsberg dan Grasberg yang ditemukan pada tahun 1988, bisa mencapai nominal 8000 triliun rupiah setiap tahunnya dalam konversi rupiah.
“Bandingkan saja misalnya dengan jumlah APBN Indonesia setiap tahun, hanya sekitar 1200 triliun rupiah. Sementara royalti Freeport, secara resmi hanya sekitar 1 persen per tahun,” tutur sumber matanews.com, Kamis (03/11).
Lalu setega itukah Freeport untuk membagi hasil kekayaan yang dikeruk hingga ke perut bumi Cendrawasih dan membiarkan rakyat Papua mengais sampah sisa makanan yang dibuang dari camp Hidden Valley, lokasi tambang di ketinggian 4000 meter dari permukaan laut itu?.
Sejak jaman Soeharto, secara kasat mata Freeport memang jadi bancakan bagi kaum penguasa republik dan aparat keamanan. Diduga banyak uang ilegal yang dibagi-bagi alias mengalir ke kantong-kantong pribadi dan kelompok.
Pihak Freeport pun sangat menyadari praktek distribusi uang centeng, dengan tujuan kelangsungan dan kelanggengan pengerukan emas, tembaga hingga uranium dari tanah Papua. Pengakuan pihak Freeport telah memberikan uang pengamanan sebesar 14 juta USD setiap tahun kepada pihak kepolisian, hanyalah salah satu alokasi dana yang tidak masuk resmi ke kas negara. Diyakini, uang centeng dari Freeport, juga mengalir ke pihak tentara, Pemda hingga elit penguasa lokal dan pusat.
Kisruh Freeport yang kini masih berlangsung, memang telah mengganggu kenyamanan kelompok centeng yang menari di atas penderitaan bahkan nyawa rakyat Papua, maupun buruh tambang yang gigih memperjuangkan haknya.





Sumber : FACEBOOK/Aweida Bung Achel

Monday, June 11, 2012

Rakyat Papua Miskin di atas kekayaan_Nya Sendiri

* Antara apa yg seharusnya dengan  apa yang sebenarnya.

Sebenarnya penduduk mayoritas papua akan berkarya, berdaya, mandiri , berdaya saing, berdikari , sejahterah dan bahagia di atas potensi yang dimiliki baik dari sumber daya alam, dan potensi dalam system pemerintahan yang mana papua berada dalam era desentralisasi yang mana buahnya otonomi khusus di serahkan kepada papua sebagai wilayah khusus sehingga membangun daerahnya berdasarkan prakarsanya dengan memperhatikan aspirasi.

Dalam hal ini pula bukan hanya powernya ada dalam kerangka desentralisasi namum dari potensi alam juga memiliki power yang luar biasa yang mana publik internasional mengklaim dapur dunia yang menganut kekayaan alam yang berkelas internasional.

Yang dimaksud dengan miskin adalah serba kekurangan atau tidak berharta. Sebenarnya miskin bagi penduduk asli papua tidak pantas untuk tercap ( terstempel) sebagai status di muka publik nasional bahkan pada umumnya di mata internasional. Apabila power ( kekuatan ) dari dua sumber kekuatan dasyat dari penyerahan kewenangan dari pemerintah kepada pemerintah daerah dan dari potensi lokal alam yang tidak ragu sehingga banyak yang diklaim surge kecil jatuh ke bumi. kata surga kecil ini memang pantas di klaim sebab apa pun potensi alam semua ada di papua di sana.

Yang sebenarnya sebagai power ( kekuatan ) dan seharusnya yang disebut kekuatan berubah menjadi suatu kelemahan sehingga sebagai elemen penghantar manusia papua dari semua masalah baik dari keterbelakangan dan atau ketertinggalan  dan berbagai masalah mendasar pendidikan, kesehatan, ekonomi , infrastruktur, sosial budaya dari kedua kekuatan tidak mencerminkan aplikatifnya mendobrak  masalah sehingga terus menggoreskan luka baru lagi di atas luka lama.
Antara sebenarnya dan seharusnya dari kedua potensi yang mana dijadikan kekuatan dasyat untuk mendobrak segala isolasi- isolasi yang menyumbat perubahana dan peradaban perlu di kaji. Sebab konsep sebenarnya berdasarkan potensi dari system pemerintah dan dari sumber daya alam jika ditelah kekuatannya sangat luar biasa.

Namum kenyataan implementasi yang seharusnya terjadi adalah kekuatan dasyat itu dioperasikan oleh segelintir orang sedangkan penduduk mayoritas papua hidup merana dan melarat di atas kekayaan alam dan banjir triliunan rupiah. Siapa peduli..??
antara harapan dan kenyataan sangat jauh jika di parameter. Masyarakat papua kaya atas kekayaan sumber daya alam namum miskin di atas kekayaan, hal itu merupakan suatu ke anehan sebab jika rakyat lokal atau penduduk setempat akan kaya dari potensi unggul alam otomatis tercermin kaya.

Tetapi kekayaan alam itu justru di kelolah dan dinikmati oleh bukan yang punya artinya penduduk asli papua dijadikan objek sedangkan penduduk bukan yang punya kekayaan adalah subjek kenikmatan kekayaan orang tersebut. Sampelnya PT.FREEPORT yang kini dioperasikan oleh America dan Indonesia bahkan hasil pun di ekspor ke negara luar sedangkan penduduk asli setempat jadi penonton. Itulah kenyataan suatu pergerakan yang diimplementasikan oleh negara America dan Indonesia yang menipu publik papua khususnya penduduk mayoritas papua. .. siapa peduli…??

Dengan system pemerintahan dari sentralisasi bergulir menjadi desentralisasi di papua lahir otonomi khusus  yang mana diberikan kebebasan semata dalam 25 tahun kepada papua . pemberian kewenangan dari pemerintah ke pemerintah daerah dengan dalam konteks otonomi khusus yang mana benang merahnya adalah memberikana kewenangan dan kekuasaan tertentu kepada para elit baik elit politik di tingkat regional dan lokal maupun elit birokrat di tingkat lokal dan regional untuk membangun daerahnya sesuai prakarsanya dengan memperhatikan aspirasi publik setempat.

Dalam konteks otonomi khusus bukan penyerahan kewenagan saja tetapi seiring dengan triliunan rupiah di bumi cendrawasih dengan harapan mendobrak segala isolasi- isolasi bahkan masalah mendasar di beragam sector yakni pendidikan buruk, kesehatan buruk, ekonomi , infrastruktur, sosial dubaya dll yang kini tercermin keterbelakangan dan atau ketertinggalan.

  • apa yg diharapkan dengan apa yg dicapai dan implementasinya
Dua mata rantai yang sementara ini ada di depan mata yakni sebuah kekuatan dasyat adalah berangkat dari titik sumber daya alam yakni kekayaan sebagai jati diri papua dan sumbernya dalam system pemerintahan yakni dari desentalisasi, dokonsentrasi dan tugas pembantuan.

Dari kedua kekuatan ini harapan mendasar secara konsep, strategi perspektif dan paradigma sangat membanggakan sebab dengan konsep strategis, paradigma yanga optimal membuat hati manusia menggugah mudah di percaya oleh siapa saja. Sebab harapan adalah mimpi tanpa ada implementasi lantas di depan publik.

Begitu pula terhadap apa yang di capai sebagai sasaran rencana strategis yang di desasin seoptimal mungkin yang berangkat dari konsep kelompok yakni koalisi konseptor- konseptor maupun dari paradigm sendiri. Tetapi kadangkala apa yang dicapai tersebut menjadi alat penghantar kepada segelintir actor sebagai mempertebal dompet sehingga yang menjadi target sasaran mencerminkan praktik yang tidak memuaskan sehingga tanggapan objek lain menimbulkan prasangka yang tidak optimal dan alasan dari pada subjek adalah salah’ salah atur dan salah urus’.Dalam pada itu kecenderungan para actor para perancang adalah terpenting akomodasi andimistrasinya aman.

Implementasi otonomi khusus di sini yang tercermin adalah seperti apa yang di ulaskan di atas yakni rencana dan program dirancang seoptimal mungkin sampai konsepnya menggugah hati orang tetapi realita tidak kepada akar rumput rakyat sehingga banjir triliunan rupiah yang menjadi subjek adalah segelintir orang tertentu sedangkan rakyat papua menjadi subjek. sampel lain terhadap kekhasan daerah yang mana potensi unggul papua melonjak namum yang memiliki kekayaan adalah rakyat papua adalah menjadi objek dari kekayaan.

Hal di atas apa yang di harapkan dan di capai dalam implementasi kedua power dasyat tidak menyentuh rakyat papua. hal ini kita bisah melihat pada data siklus  BPS PAPAU  mulai tahun 2002  sampai pada tahun 2011.bahwa prosentase jika dikalkulasi jumlah kemiskinan rakyat asli papua berdasarkan data BPS adalah sebagai berikut ;

        * tahun 2002  jumlah kemiskinan orang asli papua       984.700   jiwa.                 * tahun 2011  jumlah kemiskinan orang asli papua    1.114. 125  jiwa.

Data di atas mencerminkan bahwa dalam sepuluh tahun semenjak otonomi khusus papua di desentralisasikan sampai tahun 2011 mengalami peningkatan kemiskinan kepada orang asli papua. yakni 129. 425 jiwa .  mengapa demikian..?? dan siapa peduli..??

oleh karena itu antara apa yang diharapkan dan di capai ada kesenjangan secara realistic. Kesenjangan yang tercermin merupakan mari kita jadikan suatu tantangan bersama sehingga menemukan bagaimana solusi dalam probabilitas yang bergulir terus ini.

  •  Faktor Faktor Penghambat Perubahan Dan Peradaban Rakyat Papua

Seringkali manusia papua mengklaim bahwa factor yang tersumbat bagi pembanguan papua di beragam sector adalah karena praktik korupsi kolusi dan nepotisme sehingga menghambat perubahan di segala bidang seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastrukur fisik, kultur sosial budaya dll.

Dan berbagai kecenderungan juga menyatakan bahwa otonomi khusus papua sudah berjalan sepuluh tahun lamanya di papua tetapi dampak yang siknifikan belum merasakan oleh publik papua sebagai akar rumpu karena Salah atur dan salah Urus.

Banyak tanggapan terhadap implementasi otonomi khusus papua yang dinyatakan oleh berbagai kaum, komunitas, dan dari publik mayoritas papua sendiri terhadap penyelenggaraan roda otonomi khusus papua dalam pemerintahan.


  • Menemukan solusi bagi miskin di atas kekayaannya sendiri. 
Dari paradigma saya untuk menemukan jalan keluar untuk menikmati kekayaanku yang kini kian orang lain menjadi subjek dalam konsumen sember daya alamku adalah di nayatakan dari sudut pandang ideology Agama yang menyatakan bahwa ; “carilah dahulu kerajaan ALLAH dan Kebenarannya maka semuanya akan diberikan kepadamu”.

Pernyataan ini TUHAN mengkalim kepada Umatnya menjadi bintang harus mencari AKU terlebih dahulu sebeb segala sesuatu ada di dalam-Ku dan AKU yang memberi pula kepada siapa yang mencari mengetuk dan memintanya.

Pandangan saya dan kepercayaan akan pernyataan ini yang ditujukan kepada anak- anaknya yang kini menderita, melarat dan merana dalam rutinitasnya yang sebenarnya kaya tetapi seharusnya terjadi miskin.

Bahan pikir kepada penegak kebenaran ;
kebebasan total dari semua realita publik yang menyakitkan bahkan luka baru tergores terus di atas luka lama ini tidak akan datang dari lain pihak tetapi hanyalah ada dalam TUHAN. ( kerjakan apa tuntutan TUHAN  terlebih dulu ) sebab Dialah yang menentukkan dan Dialah yang member terhadap perjuangan.











Tuesday, June 5, 2012

MUSYAWARA IKATAN PELAJAR MAHASISWA NABIRE (IPMN) DI-JAYAPURA, PERIODE 2012-2014



Thema: Menimbung Yang Retak Mendulang Tunas Kreaktif
Sub Thema: Melalui Musorpma (IPMN) V Kita Dituntut Berperan Aktif Dalam Berbagai Dinamikan Organisasi dan Kampus untuk Memberikan Sumbangsi Bagi Pembangunan Kabupaten Nabire.
Papua, Jayapura jumat tanggal 27/04/2012 Musyawara ke V Ikatan Pelajar Mahasiswa Nabire di Jayapura (IPMN). Melalui Mubes atau Musyawara Bersama dalam pemilihan ikatan IPMN berlansung dengan aman dan terkendali di bawa pengawasan pimpinan sidan tetap yakni, martinus tagi ketua merangkap anggota Riko sekertaris merangkap anggota dan anggota Amos Iyai, dan diantaranya dibantu bersama kedua panelis, yakni Yustinis Butu, SH dan Apedius Ihapupai Mote, ST dan dibantu oleh beberapa kakak senioritas lain yang berasal dari kabupaten Nabire.
Dalam musyawara bersama ikatan pelajara mahasiswa nabire di jayapura (IPMN) menetapkan 3 bakal calon yang berhak maju sebagai ketua diantaranya:
1. Agustinus Kotouki.
2. Hendrikus Madai
3. Sabinus Iyai
Pemilihan tersebut bersifat demokrasi dan memjunjung nilai-nilai kemanusiaan yang beradab dan memiliki dedikasih yang tinggi. Dalam pemerolehan suara dimenangkan oleh nomor urut 3 saudara Sabinus iyai. dengan perolehan suara 39. Sedangkan kedua kanidat bakal calon ketua berbagi angka denga skor perolehan suara, saudara hendrik madai dengan perolehan suara 17, dan saudara agustinus kotouki dengan perolehan 29 suara.
Dengan demikian pimpinan sidang tetap musyawara ikatan pelajar Nabire melaluai ketua pimpinan siding tetap memutuskan dan menetapkan sebagai ketuan terpilih yang baru khususnya Ikatan Pelajar Mahasiswa Nabire di Jayapura dimenangkan oleh saudara sabinus iyai dengan masa bakti periode 2012- 2014 ke depan.
Dengan besar harapan ketua yang baru terpilih bisa membawa nama baik ikata IPMN kearah yang baik dan bisa mengurus hak-hak dan kewajiban sebagai mahasiswa di kota study jayapura dalam artian beasiswa dan tempat tinggal mahasiswa yakni asrama nabire dan beberapa urusan yang berhubungan dengan kemahasiswaan dan Pemda Kabupaten Nabire.




Yakobus Dekepa
Dari Tunas harapan kompleks misi, padang bulan Abepura Jayapura

Older Posts Home
Unduh Adobe Flash player